Jumat, Mei 22, 2009

sebatang pohon

sebatang pohon
beraharapkan ingin seberkah harap hidup
di terjal karang
dengan tanpanya ada tunggang akar
menggenggam, penahan
sebatang pohon kering menanti
hingga kapan bergetar karang
tinggi ombak datang
tiupan angin menggoyang
hingga kapan dalam pasrah
hingga takdir bersahabat, lelah

aku butuh inginku

aku butuh mereka, aku butuh dunia
tapi tak ingin ada semua
biar sendiri senggamai sepi
tanpa perih dan pedih ini
aku ingin mereka, aku ingin dunia
tapi tak butuh ada semua
biar menganga dan tanpa pesta ada
aku ingin sendiriku, aku butuh duniaku
aku butuh sepi dalam ingin mereka jauh

haruskah kian kiri

benar kiri ini
benar langkah ini
benar benci ini
kala jauh taklukan
meyakinkan letih dan pastikan
kenapa benar terbalas rendah suara
permainan pupuskan

haruskah kian berlari
angkat langkah tinggi, tak ini lagi benci
tak cukup tangis, perlu pula mengiba
agar lantang teriak kata
dan hati tak lekang menganga

tiada ganti, terusik "tak terpatahkan"

meski benar telah dalam kata
hati kobar semangat tak dusta
hanya yakin dalam ingin
pasti tiada beralih ganti

meski ingin berpihak
saat tak lagi terinjak
dimana yakin harus dan itu benarnya
memilih dapat tiada terusik

meski semangat terpatahkan
rintangan dan itu gangguan
urungkan mau lagi serupa
dan lepas hanya kali ini suara