Senin, Februari 11, 2008

dangau

jika dangau tak lagi meneduhkan
untuk apa berlindung dibawah
rindang pepohonan
karena rindang tak cukup bukti
teduhkan hati yang luka tanya
cukup beri sejuk
yang sekejap basah dalam hujan air mata

apakah dangau benar roboh
tak lagi akan ada
tak lagi ada pelukan hangat segelimir angin
akan tetap basah dengan panas terbakar

cukup dangau tak bersalah
rumah sejuta kenangan
peristirahatan semu perasaan
kini hantam langit injak bumi
terlepas semua ciuman
terlupa sehangat pelukan

dan hanya berkas telanjangi fikir hati

Tidak ada komentar: